Kamis, 24 April 2014

Sekolah Impian

Lama banget gak ngeblog,,
Okey here I am,,,

Dear blogger,,
Akhir - akhir ini sering galau karena masalah sekolah, bukan karena saya masih sekolah tapi karena saya udah jadi ibu ( mamud ) heheh,,,,
Okey,,saya nulis di blog ini karena saya gak mau sejarah tersebut terulang pada anak n cucu saya kelak, smoga pendidikan di negara tercintahhh ini makin baek (Aamiin)
Waktu saya dulu SD saya paling takut ama guru kelas 2,,,haizzz,,,,alih-alih sebagai guru saya rasa beliau lebih mirip dementor ,,huhuhu,,,,,,
Saya bukan anak yg pandai dan cepet nangkep pelajaran,,
Saya sering kena marah kalo saya maju tapi gak bisa mengerjakan,
Sebagai anak SD pastinya palong takut kalo di marahi donk,,apalgi sampe di panggil pak kepsek ortunya,,,,
Oo,,em,,ji,,,bisa2 derita tiada akhir,,:(
Ehhmmm,,,kembali ke topik ya,,,
Saya pengen indonesia punya kurikulum yang lebih manusiawi,,,(upzzz)
Yeah,,,,selama ini kita diajarkan text book alias mengingat n menghapal pelajaran yg notabene sistem itu udah out of date alias kadaluarsa,,
Coba kita liat apa iya kalo kita kerja yang ditanyain rumus pytaghoras, teori relativitas eisnteins??? Gak kan
Cuma 10% dari pelajaran sekolah yang di pake di dunia kerja.
Terlalu lama menjadi "budak" pendidikan tak manusiawi akhirnya banyak anak yg lupa akan dirinya sendiri ( gila kelesss huhu,,,)
Yup,,,,setiap anak punya potensi yg berbeda, expert di bidang yg berbeda tapi coz pendidikan yg tidak manusiawi menjadikan anak tersebut hidup tidak di dunianya.

        Saya pengen kelak ada sekolah yg tidak pake apal2an A,B,C,D,,,,
Gak perlu ngitung2 ampe kriting, gak perlu nulis rangkuman ampe tangan kaku semua.
Saya pengen sekolah yg sesuai bakat n kemampuan anak, yang pastinya murah n lebih mengutamakan ahlaq serta mematangkan mental anak.
(Bersambung,,,,)

Kamis, 05 Maret 2009

BILA AL QUR ' AN BISA BICARA.

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertakwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan setan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..

Sekarang.. pagi-pagi sambil minum kopi…engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan…

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu

Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu…aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafaz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu…kuranglah jatah umurmu…
Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati…
Di kuburmu nanti….
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu
Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu…
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

Sentuhilah aku kembali…
Baca dan pelajari lagi aku….
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu….dulu sekali…
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos…
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri….
Dalam bisu dan sepi….
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Sumber : http://van.9f.com/telaga_jiwa.htm

Best Regard,

JANGAN MENULIS " MAMA , PAPA"

Seorang wanita telah mengubah kebiasaannya dalam pencantuman nama
di handphone setelah tasnya dicopet orang. tas tersebut berisi
HP,credit card,dompet, dsb... dicuri orang. 20 menit kemudian ketika dia
menelpon suaminya untuk memberitahu apa yg terjadi, suaminya berkata,"Aku baru aja terima SMS kamu, nanya nomor pin. Baru aja aku balas." Ketika
mereka melaporkan ke bank, staff bank memberitahukan bahwa uang mereka
telah ditarik lewat ATM. Pencuri tersebut telah menggunakan HP untuk
meng-sms "suami" dan mendapatkan nomor pin. Dalam waktu 20 menit dia
berhasil menarik semua uang yang ada dalam rekening bank.

Jadi ingat dengan kejadian di atas, pikirkan kembali memperlihatkan
hubungan anda dengan orang2 yg ada dalam phonebook HP anda. Hindari penggunaan nama Rumah, Home, Sayang,
Suami, Cinta, Ibu, Ayah, dsb... dan yang paling penting.
Ketika informasi yg sangat penting diminta lewat SMS, konfirmasi dengan menelepon balik.

Jangan mudah memberikan info tersebut hanya karena yg meminta
adalah pasangan/keluarga lewat SMS. Ingat bahwa selalu ada kemungkinan HP dicuri / berada di tangan orang lain.

Semoga bermanfaat.